Sejarah Salman

Salman Al-Farisi

Sebelum pertemuannya dengan Rasulullah SAW. di Quba, Salman A-Farisi adalah seorang Majusi Persia dari Isfahan. Salman al Farisi merupakan seorang yang gigih mencari kebenaran untuk akidahnya. Dilahirkan dalam lingkungan Majusi, Salman pun mengikuti apa yang dianut oleh ayahnya. Namun setelah mengenal agama Nasrani, Salman pun pergi dari rumah dan berpindah-pindah tempat untuk mempelajari dan memperdalam kepercayaan baru yang kini dipegangnya.

Perjalanan mencari ilmu dimulai dari Syam, Mosul, Nashibin (Aljazair), Amuria (Romawi), sampai ke Arab ia lakukan demi mencari kebenaran akan akidahnya. Sampai akhirnya Salman bertemu Rasulullah SAW. di Quba dan menerima ajaran serta agama yang dibawa oleh utusan Allah tersebut.

Kegigihan Salman dalam mencari ilmu dan kebenaran patut dicontoh oleh setiap umat muslim untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan. Seperti halnya Salman yang pada akhirnya bertemu dengan Rasulullah SAW. Salah satu hikmah yang dapat diambil dari kisah hidup Salman ialah kita harus dekat dengan orang yang berilmu untuk belajar dan menguasai ilmu tersebut.

Berbicara tentang ilmu dan pendidikan yang penting di era sekarang dan berkaca dari kegigihan Salman Al-Farisi di atas, Badiuzzaman Said Nursi pun pernah berkata:
“Pendidikan di era modern hendaknya integritas dengan ilmu agama. Keduanya harus bersinergi dan tidak dipisahkan. Jika seluruh rakyat mendapatkan pendidikan yang baik, bangsa tersebut akan maju dan mencapai cita-cita kemakmurannya”.

Salman Business School merupakan sekolah bisnis yang berlandaskan keimanan sehingga diharapkan agar kesuksesan yang akan diraih nanti akan bermanfaat bagi masyarakat. Begitu pula menjadi penolong bangsa demi meningkatkan jumlah pebisnis negeri ini. Oleh karenanya, Salman Business School hadir untuk menciptakan generasi yang sukses dan beriman.

Dengan bimbingan mentor-mentor praktisi bisnis, kesuksesan menjadi pebisnis akan lebih dekat untuk diraih. Karena belajar suatu ilmu harus dari seorang yang paham akan ilmu tersebut seperti halnya Salman Al-Farisi. Begitu pula yang dikatakan co-founder Linkedln, Reid Hoffman, yang mengatakan bahwa jalan paling cepat untuk menjadi sukses adalah menedekati orang-orang sukses sesuai bidangnya.

Dalam satu tahun, anda diapastikan menjadi pengusaha yang sukses dan beriman.